SEKAT BAKAU GO INTERNTIONAL

Hari Pertama

Tak ada yang menyangka Kelompok Sekat Bakau bisa pergi berkongsi pengalaman dan belajar pengelolaan mangrove yang berkelanjutan dengan kelompok penggiat mangrove di negeri Johor, Malaysia. Melalui kegiatan Peer Learning Visit To Johor Malaysia, Sekat Bakau yang berjumlah 11 orang juga didampingi oleh Bahtera Melayu yaitu Defitri Akbar dan Khairul Saleh, Pj Kades Buruk Bakul Hasanudin dan Camat Bukit Batu Acil Asyno. Tak hanya itu, dalam rombongan juga terdapat keterwakilan perempuan dari kelompok wanita tani makmur jaya Desa Temiang yaitu Tuti Kelana dan Maryana. Sementara itu Yayasan Gambut selaku lembaga pelaksana juga ikut dengan rombongan yaitu Mulyadi, Rian dan Zamharir. Jadi total jumlah rombongan yang berangkat dari Pelabuhan International Selat Baru Bengkalis pada Tanggal 29 November 2023 tersebut adalah 20 orang. Adapun tempat berkongsi pengalaman tersebut dilakukan di dua tempat berbeda yaitu dengan Pertubuhan Sahabat Hutan Bakau Pulau Tanjung Surat yang berada dalam administrasi Kota Tinggi dan Club Mangrove Parit Kassim yang terletak di Muar. 

Sesampainya di Pelabuhan Muar Malaysia, rombongan langsung disambut dengan hangat oleh Tuan Raj dan Nazeri serta teman-teman Global Environment Center (GEC). GEC merupakan suatu lembaga non profit (NGO) Malaysia yang bekerjasama dengan Yayasan Gambut dalam menjalankan program Sekat Bakau yang didanai oleh Aramco Asia Singapore. Setelah makan siang bersama, dengan menggunakan Bus rombongan segera meninggalkan Pelabuhan Muar menuju Pelabuhan Tanjung Belungkor dengan perjalan selama lebih kurang 3-4 jam. Tiba di Pelabuhan Tanjung Belungkor hari sudah senja, setelah berfoto bersama rombongan segera menaiki speed boat menuju Pulau Tanjung Surat. dalam pekatnya malam, sunyi malam mulai terasa, tak terdengar lagi kicauan burung di lebatnya mangrove, yang ada hanya suara mesin dan riak air yang mengiring kisah hari itu. "Seperti di Film-Film" ungkap Pak Camat Acil Asyno.

Setelah lebih kurang 20 menit berlayar tibalah rombongan di rumah akit dimana rombongan akan menginap. Malam itu merupakan awal dari pertemuan rombongan sekat bakau dengan pertubuhan sahabat hutan bakau pulau tanjung surat. Selaku Fasilitator Tuan Raj membuka sesi ramah tamah untuk perkenalan diri dan lembaga masing-masing. selaku tuan rumah, ketua pertubuhan sahabat hutan bakau puan badariah mengucapkan selamat datang dan sedikit bercerita tentang pahit manis perjalanan kelompoknya sebelum dan setelah masuknya GEC. "sudah banyak lembaga dan instansi yang datang dan pergi kemari, namun sangat berbeda ketika setelah GEC masuk, mereka senantiasa mendampingi kami hingga pihak kerajaanpun mampu membuka mata dan baru-baru ini telah membantu RM 1.000.000 untuk pengembangan kelompok kami".  tepuk tangan meriahpun memecah keheningan malam itu. 

Selanjutnya Tuan Raj mempersilahkan kepada saudara Mulyadi selaku Direktur Yayasan Gambut. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan ribuan terima kasih kepada ketua kampung dan sahabat hutan bakau yang telah menyambut hangat kedatangan rombongan. "kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan peningkatan kapasitas masyarakat, dimana harapannya kelompok sekat bakau maupun KWT Makmur Jaya dapat belajar bagaimana pengelolaan mangrove yang baik". beliau juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada GEC yang telah bersedia berkolaborasi dan memfasilitasi program di Buruk Bakul bersama Kelompok Sekat Bakau. selain itu beliau juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah desa buruk bakul dan kecamatan bukit batu serta bahtera melayu yang sudi mendampingi kelompok sekat bakau. 

Tak berselang lama kemudian tibalah saatnya saudara Defitri Akbar selaku Direktur Bahtera Melayu yang menyampaikan sepatah dua patah kata, yang mana pada intinya beliau sangat mengapresiasi kegiatan studi banding yang ditaja oleh GEC dan Yayasan Gambut ini. "harapannya, ke depan kita semua bisa berkolaborasi untuk mendorong pembinaan dan pemberdayaan kelompok yang ada di Bengkalis atau Bukit Batu khususnya Kelompok Sekat Bakau di Buruk Bakul. Mereka Sekat Bakau merupakan kelompok yang sudah layak atau matang, tinggal bagaimana mereka saat ini memproleh pendampingan dan support anggaran". 

setelah sekian lama bercerita tentang pengalamannya mendampingi banyak kelompok di bengkalis hingga dianugerahi Kalpataru, mixropon ahirnya sampai ke tangan Khaidir air selaku ketua kelompok Sekat Bakau. setelah menyampaikan ucapan terima kasih kepada tuan rumah, lembaga pelaksana dan penaja, KWT Makmur Jaya serta pihak pemerintah yang ikut dalam rombongan, beliau selanjutnya mengisahkan hal yang sama dialami oleh puan Badariah. Cemooh, ejekan dan hal pahit lainnya dianggap sebagai pelengkap perjalanan. "sebelum mendirikan sekat bakau, saya sudah siap dengan hal itu semua. sebagai anak laut yang dibekali ilmu pengetahuan dan pengalaman, saya hanya mencoba membentangkan idealisme saya terkait bagaimana potensi mangrove yang ada suatu hari kelak dapat menjadi tumpuan perekonomian masyarakat setempat bila dikelola secara arif. menjadikan kelompok peduli lingkungan bukanlah hal mudah karena segala bentuk kegiatan yang dilakukan tidak berdampak langsung pada pelaku. yang ada hanya membuang energi, tenaga, pikiran bahkan materi kita sendiri. pada awalnya, kami hanya berdua dan kemudian berangsur semakin ramai seiring perubahan-perubahan positif yang kami bawa ke desa. kami membuka pintu bagi siapa saja yang mau membantu kami mewujudkan mimpi kami". 

Kemudian Pj Kades Buruk Bakul Bapak Hasanudin dan Camat Bukit Batu Bapak Acil Asyno turut menyampaikan sambutannya, yang mana mereka selaku pihak pemerintah cukup bangga dengan adanya kelompok-kelompok konservasi mangrove di wilayahnya khususnya kepada kelompok sekat bakau yang mampu mengharumkan nama daerah. Karena Buruk Bakul satu-satunya desa di Indonesia yang memproleh perhatian dan mendapat dukungan dari Aramco yang merupakan suatu perusahaan minyak terbesar dunia milik arab saudi. "tak cukup hanya kemauan kuat untuk melindungi alam, namun uang merupakan faktor penting bagaimana kelompok dapat mengembangkan potensi yang ada di sekitarnya. kami selaku pemerintah mencoba membuat terobosan dimana dapat turut serta mendukung anggaran dalam rangka menunjang program yang dijalankan kelompok". 

Pada kesempatan itu Tuan Raj menyampaikan panjang lebar terkait bagaimana suatu kelompok bisa berhasil menyelamatkan alamnya, pada masa yang sama nilai ekonomi juga harus muncul untuk menghidupi kelompok dan orang lainnya. "sebelum ingin membuat orang lain yakin dan percaya, kita mesti yakin dan percaya pada diri kita sendiri dulu. bagaimana kita mengelola sumberdaya kelompok kita dengan baik dan benar karena sesungguhnya tidak selamanya kita harus bergantung pada orang atau pihak lain". Jangan jadikan kegiatan atau program kita seperti "Gajah Putih" sambung Tuan Raj.

Berhubung hari pertama ini merupakan hari yang panjang dan melelahkan, ahirnya kegiatan ramah tamah disudahi. Teman-teman dari pertubuhan sahabat hutan bakau yang datang ke rumah akit dimana tempat kami menginap akhirnya pulang ke pulau. Menjelang bubar dan istirahat, kami dari Sekat Bakau melakukan breifing. Terdapat beberapa hal yang harus disampaikan terkait motivasi belajar dan tutur kata serta tingkah laku selama kegiatan berlangsung yang harus . 





Komentar