PARADE BENDERA

Parade Bendera. Semua orang akan bertanya-tanya apa itu parade bendera. Parade bendera adalah pengibaran bendera merah putih terbanyak dalam suatu kawasan. Adapun kawasan yang dijadikan lokasi kegiatan parade adalah ladang padi  Desa Buruk Bakul Kec. Bukit Batu Kab. Bengkalis. Parade bendera dilaksanakan sempena perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia yang ke 76. Selain memberi warna baru dalam perayaan hari bersejarah tersebut, parade bendera juga dianggap sebagai salah satu langkah awal memperkenalkan Buruk Bakul kepada dunia luar, bahwa Buruk Bakul si Negeri Legenda Padi memiliki kekayaan sumberdaya alam pesisir yang melimpah. 

Parade bendera ini terinisiasi sejak pertengahan Bulan Juni 2021 kemarin, ketika Tuan Darwis Mohd Saleh (Ketua Pecinta Alam Bahari Club) selaku pembina Sekat Bakau berkesempatan hadir untuk mengeksplorasi potensi sumberdaya alam yang terkandung di Negeri Legenda Padi ini. Ekplorasi yang dilakukan baik itu di hutan mangrove maupun di hutan gambut mengantarkan bahwa Buruk Bakul sangat pantas didorong menjadi desa wisata kreatif. Hal ini tentunya tidak terlepas dari kapasitas kelompok Sekat Sakau yang dinilai "siap" oleh beliau. Demi terselenggaranya parade bendera tersebut membuat kelompok Sekat Bakau berfikir dan bekerja keras bagaimana mendapatkan bendera merah putih sebanyak-banyaknya. Ahirnya dengan modal nekad tanpa se-sen pun uang  ditangan, Sekat Bakau mulai bergrilya. Adapun langkah yang dilakukan adalah dengan membuka paket donasi. Adapun dalam setiap paket donasi yang seharga Rp 50.000 terdapat sehelai bendera kain ukuran 1 x 0,5 meter dan sebatang bibit mangrove untuk ditanam di pesisir pantai Buruk Bakul. Untuk menarik perhatian dan antusias orang untuk berpartisipasi, Sekat Bakau memberikan sertifikat kepada 76 pendonasi pertama. Kemudian di dalam brosur disebutkan bahwa donasi yang anda sumbangkan sebagai bentuk rasa nasionalisme dan kepedulian terhadap mitigasi perubahan iklim di Indonesia. 
Tak cukup sampai disitu, Sekat Bakau juga mengajak beberapa lembaga atau komunitas untuk bergabung dengan harapan agar parade tersebut mendapat perhatian masyarakat luas. Adapun lembaga yang tergabung dalam kepanitiaan parade bendera ini adalah KTH Pakning Asal, Karang Taruna Kec. Bukit Batu, Karang Taruna Kab. Bengkalis, Kelompok Advokasi Riau (KAR), Ikatan Keluarga Alumni Ilmu Kelautan (IKAL) Universitas Riau, HD Peduli Anak Negeri dan tentunya PAB Bandar Bakau. 
Alhamdulillah, bersyukur kepada Allah SWT. Dari semua cara yang dilakukan ahirnya Sekat Bakau berhasil menjual 160 paket bendera yang dibeli atau disumbangkan oleh 60 orang donatur. Selain itu Sekat Bakau juga mendapat sumbangan dalam bentuk bendera langsung dari masyarakat Kota Dumai sebanyak 30 helai. Sehingga jumlah bendera yang berkibar di Ladang Padi Buruk Bakul lebih dari 189 bendera diluar bendera yang dibawa oleh peserta parade. Artinya dari setiap donatur ada yang menyumbang lebih dari 1 paket. Paket terbanyak disumbangkan oleh salah seorang anggota DPRD Kab. Bengkalis Dapil Siak Kecil, Bukit Batu dan Bandar Laksamana yaitu saudara Zuhandi, S.Pi asal Lubuk Muda sebanyak 50 paket.
 
Kepadanya  diberikan penghargaan untuk membuka kegiatan parade tersebut (16 Agustus) secara simbolis. Kedatangan beliau disambut dengan silat dan diarak dengan kompang hingga sampai ke lokasi parade. Setelah simbolis pemancangan atau pengibaran bendera pertama dilakukan, maka pengibaran bendera diikuti oleh seluruh peserta yang hadir dengan menancapkan tiang bendera tersebut pada patok tanda yang membentuk pola angka 76. Menjelang senja, setelah semua bendera berkibar dengan berani, kegiatan beralih atau berpindah ke laut. Adapun agenda yang dilakukan adalah penanaman mangrove secara simbolis. Simbolis penanaman pertama juga diberikan kepada saudara Zuhandi, S.Pi sebagai bentuk balasan atas partisipasinya.
Pada malam harinya (malam 17 Agustus) disajikan beberapa kegiatan seperti akustikan yang diseponsori oleh Redam Piloe Manajemen dari Kota Dumai untuk menambah hangatnya suasana malam itu. Petikan gitar mengusik kesunyian ditengah sunyinya malam. Setelah dilantunkan beberapa buah lagu dilanjutkan dengan agenda makan tumpeng dimana tumpeng pertama diberikan langsung oleh Tuan Darwis kepada Khaidir air selaku ketua Sekat Bakau dan kemudian dibagikan berkatnya kepada seluruh peserta parade. Tumpeng tersebut merupakan sebagai bentuk rasa syukur dari Tuan Darwis karena organisasi yang didirikannya genap berusia 22 tahun dan masih eksis dalam dunia konservasi. Kepadanya diberikan waktu untuk menceritakan kilas balik perjalanan PAB Club dan ekspedisi merah putihnya kala melewati Desa Buruk Bakul saat puluhan tahun silam. 

Pada momen itu Khaidir air selaku ketua Sekat Bakau menyempatkan diri untuk naik panggung dan bernyanyi. Adapun lagu yang dibawa oleh beliau adalah Bongkar Ciptaan Iwan Fals. Kemudian dihadirkan juga salah seorang tetua kampung yaitu Bapak Syamsudin untuk menceritakan sejarah Buruk Bakul dalam bentuk dongeng. Dongeng tersebut sengaja disajikan agar para peserta parade memahami kenapa parade bendera ini dilakukan di tengah ladang padi. Selanjutnya acara malam itu diselingi dengan diskusi terkait permasalahan lingkungan yang terjadi. 
Debar dan haru berkecambuk didalam hati melihat momen yang ditunggu telah tiba. Dalam suasana tergenang air karena hujan lebat dimalam harinya, upacara 17 Agustus 2021 tetap dilaksanakan dengan khidmat dan penuh semangat. Kibaran bendera pendukung membuat penaikan bendera utama semakin dramatis. Adapun petugas upacara HUT RI ke 76 itu adalah sebagai berikut: Khaidir air selaku komandan upacara, M.Yusuf Bakar (Ketua LAM Buruk Bakul) sebagai inspektur upacara, anggota BESI sebagai pembawa acara, Hari Putra sebagai pembaca teks UUD 45, Selamat Haryadi sebagai pembaca do'a. Sementara pasukan penaik bendera dilakukan oleh adik-adik SMA dan vocal group dibantu oleh adik-adik SD. 
Selain masyarakat Buruk Bakul yang hadir mengikuti upacara tersebut, adapun peserta parade yang hadir adalah sebagai berikut: PAB Club, KTH Pakning Asal, Karang Taruna Kec. Bukit Batu, Karang Taruna Kab. Bengkalis, KTH Sepahat Jaya, KTH Bandar Bakau, Pokdarwis Bandar Bakau, Redam Piloe Manajemen, BESI, Keslimasy, Mapala Phylomina Unri, Pecinta Hewan Dumai (PANDU) dan kawan-kawan lain. 



Setelah upacara 17 Agustus selesai dilanjutkan dengan demo batik tulis untuk mengisi acara bagi ibuk-ibuk yang hadir. kegiatan ini sengaja diadakan untuk menjaring calon peserta pembuat batik tulis di Buruk Bakul. sementara ibuk-ibuk sibuk dan terpana dengan seni gambar ekologi mangrove yang dipamerkan, peserta parade berduyun-duyun turun ke laut untuk melakukan penanaman mangrove. terakhir sebelum foto bersama tanda berakhirnya acara, Sekat Bakau bersama PAB Club melakukan penandatangan MoU terkait konservasi mangrove. 

Parade Bendera akan menjadi agenda tahunan oleh Sekat Bakau yang mana mimpinya untuk penyelenggaraan tahun depan dengan target pengibaran bendera sebanyak 5.000 helai guna memecahkan rekor yang saat ini dipegang oleh Blitar yaitu 3.000 bendera. Dukungan dan partisipasi para pihak sangat kami harapkan untuk mewujudkan mimpi tersebut. 



by Khaidir air

Komentar